Opini

Kalimantan

Oleh Herdianto WK

Wartahotnews. Mungkin inilah daerah penyumbang terbesar menggelembungnya kekayaan para orang kaya di Indonesia, sepanjang sejarah Orde Baru hingga kini.

Banjir kap (kap= kayu glondong / bulat) hasil pembabatan hutan Kalimantan dijual keluar negeri dalam bentuk gelondongan maupun kayu lapis. Tinggal nebang, murah. Bikin kaya raya. Dari tahun 1970 hingga 1990. Kini menyisakan banjir, kehilangan hutan tropis basah dan masalah sosial.

Minyak dan gas, walau lebih eksklusif tapi tak kalah beda modusnya dengan kayu.Batubara. Mengulang sejarah kayu. Dikeruk. Diangkut keluar negeri. Menyisakan danau-danau dan bongkahan tanah. Banjir. Dari 1990-2010an. Sekarang sawit menunggu. Mengulang kisah kayu ataukah lebih pilu ?

Sampai sekarang ekonomi Kalimantan berhasil lolos dari keterpurukan dan transisi ekonomi ekstratif, tapi perkembangannya tertinggal dibanding Sulawesi dan Sumatera.

Bagaimana mengelola potensi ekonomi untuk mengejar ketertinggalan? Bagaimana membangun organisasi Pemerintahan yang efisien dan efektif sehingga APBD tidak habis hanya untuk biaya operasional tanpa kemampuan membangun yang berarti?

Wacana itu yang ingin saya dengar sampai 27 Juni nanti, bukan sekedar gemerincingnya sendok garpu ditengah gelak tawa dan caci maki pesta demokrasi.

Semoga sarapan pagi ini membawa berkah. Aamiin.

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jasa Website Murah & Profesional
Close